Selasa, 16 Agustus 2011

skandal kalung berlian Marie Antoinette

Masih tentang Marie Antoinette.

Louis XV, ayah dari Louis XVI , suami Marie Antoinette memiliki seorang gundik yang bernama Madame Du Barry . Ia sangat menyangi sang gundik tersebut sehingga ketika Madame Du Barry meminta sebuah kalung berlian mewah, sang raja langsung menyuruh pembuat perhiasan bernama Boehmer untuk membuatkannya.


Madame Du Barry
Boehmer pergi ke seluruh eropa untuk mengumpulkan 647 berlian yang akan dibuat dalam satu kalung. Namun, ketika kalung selesai , Louis XV meninggal karena cacar air dan Madame Du Barry pergi keluar istana. Boehmer pun bingung pada siapa dia akan menjual kalung tersebut.

kalung dengan 647 berlian. harganya sekitar 100juta US dollar sekarang
Ia menawarkan kalung itu pada Marie Antoinette untuk membelinya sebagai hadiah dari pembaptisan anaknya. Tapi Marie Antoinette menolak karena modelnya yang dianggap norak meskipun harganya mahal. Lagipula Marie Antoinette merasa kalung itu akan menutupi lehernya kalau dipakai.

Kardinal Louis de Rohan
 
Sementara itu , hubungan Marie Antoinette dengan Kardinal de Rohan tidak terlalu baik. Marie Antoinette tidak suka pada De Rohan yang sering menghabiskan uangnya untuk para gundiknya. Namun De Rohan ingin dekat dengan sang ratu, segala cara Ia lakukan tapi tak berhasil sampai Ia bertemu dengan Jeanne de la Motte, seorang perempuan licik yang sedang dalam kesulitan membayar hutang hutangnya karena kesenangamnya berfoya foya. Jeanne de la Motte sesungguhnya adalah bangsawan dari Valois yang suaminya adalah seorang pejabat dalam angkatan darat Perancis. Pada zaman itu , siapapun yang berpakaian pantas dan indah dapat masuk ke istana Versailles. Oleh karena itulah Jeanne de la Motte sering mengunjungi Versailles karena ingin menarik perhatian sang ratu Marie Antoinette. Namun, Marie Antoinette telah dibertahu bagaimana perilaku Jeanne de la Motte , tidak mau bertemu dengannya.


Jeanne de la Motte from Valois
 Jeanne de la Motte pun berkenalan dengan kardinal De Rohan dan mengaku aku sebagai teman sekaligus agen rahasia sang ratu. Kardinal de Rohan tertarik untuk memperbaiki hubungannya dan dekat dengan sang ratu maka Ia pun percaya lalu meminta bantuan Jeanne de la Motte yang mengaku sebagai teman sang ratu ini.

Akhirnya dengan melakukan pemalsuan identitas, Jeanne mengirim surat pada De Rohan dengan mengaku ngaku sebagai Marie Antoinette. Merekapun janjian ketemuan di taman. Jeanne de la Motte menyuruh Nicole Le Guay D'Oliva menyamar sebagai ratu Marie Antoinette malam itu , dan duduk dengan posisi menyamping. De Rohan sangat terkesan dengan pertemuan itu setelah Marie Antoinette palsu memberikannya bunga. De Rohan menganggap itu adalah pernyataan cinta dari sang ratu. 


Nicole Le Guay D'Oliva

Hari setelahnya, Jeanne berpura pura sebagai Marie Antoinette memberika surat yang ditulisnya sendiri yang berisi Ia ingin dibelikan kalung yang dijual oleh pedagang Boehmer. Tanpa pikir panjang De Rohan membeli kalung seharga 7 juta poundsterling itu. (sekarang setara dengan 100 juta US dollar)  Ia menyerahkan kalung itu pada Jeanne dan Jeanne kemudian memereteli 647 berlian di kalung itu lalu di jual di sekitar London. Suaminya, Nicolas de la Motte juga turut andil dalam peristiwa ini.


Nicolas de la Motte , salah satu komandan angkatan darat Perancis

Kardinal de Rohan kemudian menyadari bahwa Marie Antoinette tidak pernah memakai kalung itu. Kardinal de Rohan kemudian menanyakannya pada sang ratu. Sang ratu menganggap ini merupakan penghinaan baginya. Marie Antoinette pun menjadi marah dan menyuruh parlemen Perancis untuk mengusut pernyataan Kardinal de Rohan. Akhirnya Jeanne ditangkap dan punggungnya diberi cap ‘V’ sebagai hukuman atas pencurian dan pencemaran nama baik sang ratu. Namun hal ini menjadi pemicu revolusi juga karena Marie Antoinette dianggap mengkambinghitamkan Jeanne untuk kesukaannya foya foya termasuk membeli barang mewah seperti kalung tersebut. Namun kasus ini tidak pernah terungkap karena dua tahun sebelum Marie Antoinette tewas di penggal, Jeanne de La Motte tewas bunuh diri dengan melompat dari jendela sebuah hotel di Edgware Street London karena tidak mampu membayar tagihan hutang hutangnya. 

Sementara itu , Nicole D'Oliva dipenjara . Pada tahun 1786 Ia bebas kemudian tinggal bersama pengacaranya. Selang beberapa waktu, dia pindah bersama Toussaint de Beausire , orang yang sama-sama ditahan dengannya - namun tidak jelas apakah mereka menikah apa tidak. Nicole D'Oliva meninggal pada usianya yang ke 28 .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar