Rabu, 20 November 2013

Korean Palaces - Gyeongbokgung

Saya rasa, kalau jalan-jalan ke negara-negara di Asia Timur, upload-an fotonya pasti ngga jauh-jauh dari bangunan bersejarah. Entah itu istana, temple, shrine, dan lain sebagainya. Makanya, mumpung udah di Korea, rasanya belum afdol kalau belum berkunjung ke istana-istana itu. Di korea, istana disebut dengan 궁 atau dibaca Gung. Dulu kan pernah ada drama Korea yang booming banget di Indonesia tentang gadis biasa yang dijodohin sama pangeran Korea dengan judul Princess Hours. Kalau di Korea, judulnya Goong, alias Istana. Sayangnya, istana yang dijadiin filming location buat film ini agak jauh. Di Daegu kalau ga salah sih, deket Busan. Jadi, sebelum berkunjung ke istana yang nun jauh disana, mari kunjungin Istana disekitaran Seoul.

pasti sering liat gambar ini...

Siapapun yang berkunjung ke Korea, gue rasa pasti pernah mengunjungi istana ini. Istana paling terkenal kali di Seoul. Namanya, Gyeongbokgung. Ngga usah pake palace, karena Gung itu artinya udah palace. Jadi kalau nyebut Gyeongbokgung Palace, artinya jadi Istana istana Gyeongbok. Hehe. Selalu rame, padahal ya bentuknya gitu-gitu aja. Mungkin istana ini rame gara-gara terletak di pusat kota, di daerah Gwanghwamun. Itu loh, tempat berdirinya patung The Great King Sejong dan Admiral Yi Soon Shin nya. Bisa dibilang, Gyeongbukgung dan dua patung yang ada dihadapannya itu maskot Korea banget. Lagipula, untuk ngambil foto sama istana ini (kalau engga niat masuk ke dalemnya) juga bisa kok. Makanya orang-orang suka. Kalau diitung-itung, mungkin udah lebih dari 5 kali saya kesini. Baik itu yang tujuannya saya yang pengen, atau nganter jalan-jalan orang lain. 

Ini, template fotonya begini


Terus, di istana ini juga sering ada upacara pertukaran penjaga gitu. Jadi, di depan istana ini kan ada beberapa penjaga dengan seragamnya yang warna warni. Mereka berdiri aja disitu, nggak boleh gerak, sepanas atau sedingin apapun. Serese apapun orang-orang yang foto sama mereka. Dulu waktu saya pertama kali kesini sih saya masih boleh foto sebelahan sama pengawalnya. Kalau sekarang, udah engga bisa. Kita harus jaga jarak sekitar 1 meter dari mereka. Kalau kita nekat berdiri di sebelah mereka buat foto-foto gimana? Ya ngga apa-apa sih. Paling dimarahin sama penjaga lain yang bisa gerak. Saya ngerti sih alesan kenapa diterapin aturan jarak ini. Habis emang para pengawal ini menggoda banget buat dites kesabarannya. Misalnya, pengen tau mereka bakalan tetep diem aja engga kalau kita ambil pedangnya. Atau kita kelitikin pinggangnya. Who knows ?

Dulu masih boleh foto sebelahan gini... untung sempet.
kalau sekarang harus jauhan...


Oia, pergantian penjaga ini biasanya dilakuin sekitar jam 11 pagi. Jadi, kalau mau liat upacara pergantian penjaga, datenglah sebelum itu ~

Biasanya, bapaknya ga boleh jalan jalan
Harga tiket masuk ke istana ini 3ribu won, atau sekitar 30 ribu rupiah. Di dalemnya ada apa sih? Yaa... biasa, kaya bangunan jaman dulu Korea yang suka kita liat di film-film kolosal. Persis deh kayak gitu. Dengan ukiran-ukiran yang seragam, dan pilar-pilar warna merah.






Yang menarik, di istana Gyeongbokgung ini ada satu istana yang terletak di tengah kolam. Bagus deh, saya jadi curiga kayaknya saya pernah liat istana ini di drama Rooftop Prince. Tapi engga ada sumber yang menyebutkan kalau Rooftop Prince disyuting di Gyeongbukgung.

yang di Rooftop Prince, ini bukan ya?

Ya emang ngga mungkin sih, Gyeongbokgung terlalu populer dan terlalu crowded untuk dijadikan tempat syuting. Dan lagi, entah emang aturannya atau gimana, film Korea itu sejenis memang 'diharuskan' untuk menyelipkan minimal satu destinasi wisata di dalamnya. Kalau Gyeongbokgung kan udah populer, jadi ga perlu dipromosiin kayak gitu lagi sementara banyak istana lain yang kayaknya lebih perlu promosi... 



Di dalam Gyeongbokgung juga ada satu museum, ngga tau sih itu museum apa, tapi di dalemnya ada minatur Korea jaman dulu, baju-baju korea jaman dulu, dan lain sebagainya. Yang menarik, ada satu ruangan buat istirahat gitu, dimana kita bisa duduk sambil ngeliat pemandangan hutan bambu diiringi suara burung berkicau dan air mengalir - lewat layar tancap. Yang menarik, di dalam museumnya ada sejenis handphone yang kalau kita pake buat menyoroti satu gambar kuncup bunga, di layar handphonenya bunga itu bisa perlahan mekar! Keren banget!! Tapi gak ada fotonya... bukan berarti ini hoax loh ya...




Dan ngga ketinggalan, kita juga bisa nyewa seragam ala penjaga Korea, gratis, di depan Gyeongbokgungnya. Tapi penyewaan ini ada waktunya, dan harus reservasi lebih dulu meskipun reservasinya on the spot. 


Kalau mau kesini, bisa naik subway ke Gyeongbokgung Palace Station (Line 3) ambil exit nomer 5. Bisa juga turun di Gwanghwamun Station (Line 5) dan ambil exit nomer 2. Kalau winter, istana ini dibuka dari jam 9 pagi sampe jam 5 sore, sementara di musim yang lain, buka jam 9 pagi tutup jam 6 sore. Info lengkapnya, silahkan di cek di sini . Ada informasi tentang tur dengan bahasa Inggrisnya juga loh! 




Selamat jalan-jalan ke Gyeongbokgung!

Everland!

Jadi, sebelum lupa, saya mau nulis pengalaman jalan-jalan saya ke Everland.

Saya ke Everlandnya udah lama sih, semester yang lalu. Tapi baru ada waktu (dan mood) buat nuanginnya di blog sekarang. Kebetulan kemaren kan nulis tentang Lotte World, jadi yaaah gapapa lah ya, masih se topik.



Bedanya, kalau dulu saya ke Everlandnya itu pas perpindahan dari musim semi ke musim panas. Jadi cuacanya enak gitu, dingin plus hangat. Kalau di Lotte World saya mesti lapis sana sini biar ga kedinginan, di Everland saya cukup pake baju yang biasa saya pakai di Indonesia. Lagipula, di Everland itu cuacanya ga seekstrim di Kangwon sih.

panas malah -_-


Jadi, saya dan temen-temen berangkat dari Chuncheon (setelah tunggu tungguan satu sama lain) sekitar jam 10 an. Dari terminal bus, Chuncheon kita naik bus ke Jamsil. Padahal sih seharusnya bisa lebih murah kalau pake subway, tapi will take too much time. Kalau naik bus bisa menghemat satu jam sih. Nah, dari Jamsil, kita lanjut naik bus lagi. Kali ini enggak di terminal, tapi di halte bus biasa gitu di tengah jalan. Sekedar informasi, selalu bawalah T-Money kalau jalan-jalan di Korea. Selain lebih mudah, lebih gampang juga. Kita ga perlu cari-cari receh di dompet karena ongkos bus kota di Korea rata-rata bilangannya nggak bulat. Misalnya 1.200 won, atau 1.400 won. Bakal lama kan kalau kita cari receh dulu? Kecuali kalau kita udah tau biayanya dan udah disiapin sebelumnya sih. Oh iya, nggak perlu uang pas juga sih sebetulnya, karena sopirnya bakal dengan cepat ngasih kembalian kita. Yang biasa bikin ngantri panjang yaa... orang yang gak biasa naik bus nyari-nyari recehan di dompetnya gitu. Termasuk rombongan sama waktu itu. Bakal ada tiga bus yang arahnya ke Everland. Pertama, bus nomor 5002 (saya pake ini karena lewat Jamsil), terus bus nomer 5800 (saya pake bus ini pulangnya karena turun di Gangbyeon station - lanjut naik subway) dan 1500-2 (kalau berangkat dari Sadang station). Perjalanan perginya sih kira-kira makan waktu satu jam. Cuma pas pulangnya, lama banget, mungkin karena kita pulang pas jam kerja ya...



Hal pertama yang saya lakuin di Everland adalah.... beli tiket. Iyalah. Diskusinya lama banget waktu itu, karena kita nyari promo diskonan. Biasa, kalau jadi wisatawan asing di Korea ini suka banyak diskonnya kalau jalan-jalan ke tempat wisata. Beda sama Indonesia, dimana wisatawan asing dikasih harga yang lebih mahal dariada turis domestik. Nah, waktu itu promo yang ada cuma promo 'karena kita orang asing' aja. Jadi, harga tiket yang tadinya 40ribu won (one day pass) jadi sekitar 35ribu won. Lumayan yaa..

merasa kucel...

Setelah beli tiket, saya liat mbak-mbak cantik yang jaga pintu masuknya. Saya langsung foto sama dia karena kostumnya bagus. Hehe. Setelah nemenin temen-temen saya yang naro barang-barang di penitipan barang, Everland experience pun di mulai. 



Seperti yang udah saya bilang sebelumnya, saya bukan penggemar Amusement Park. Tapi menurut saya, Everland ini bagus banget designnya. Saya belum pernah ke Disneyland manapun sih, tapi kayaknya designya ngambil tema Disneyland gitu. Karena banyak bangunan klasik ala istana Victorian gitu yang kece banget buat dipake foto-foto. Dan karena waktu itu lagi musim semi, jadi ada festival bebungaan yang diadain di area Everlandnya. Bagus-bagus pokoknya...



Cable car adalah ride pertama yang saya naikin. Kenapa? Karena itu yang pertama kali saya liat. Hehe. Pertamanya saya kira cable car ini punya bound-route - bakal balik lagi ke tempat semula. Tapi ternyata engga. Cable car ini ngebawa kita ke bagian bawah dari Everland (kontur Everland ini kayak di perbukitan gitu) dan akhirnya, kita pun nyasar di dunia bawah. 

view from the cable car


Seinget saya, setelah itu saya nemu foodcourt yang di desain ala-ala Eropa gitu. Yang dijual juga makanan-makanan Eropa kayaknya. Bagus, tapi waktu itu saya lagi gak laper, setelah liat-liat dan foto-foto, saya pergi dan naik kereta-keretaan gitu. Mainan anak kecil pokoknya.



Wahana selanjutnya yang saya kunjungi itu rumah hantu. Sumpah, GAK SEREM! Cuma kayak rumah biasa aja, dengan gambar-gambar hantu dan ada efek suaranya. Dan yang tambah bikin gak serem adalah, hantunya itu.... temennya Casper. (-_-)/|Namsan Tower| Cupu deh. Haha. Baru abis itu saya naik jet coaster mini alias alap-alap kalau di dufan. 

Ini lucu, orang yang jalan harus berhenti dulu karena keretanya mau lewat

Nah, di Everland ini, ada Jet Coaster yang guedeeeeee banget. Titik tertingginya sama kayak gunung di sebelahnya. Eh tapi gatau sih itu bukit apa gunung, yang penting tinggi. Dan titik terendahnya adalah kaki gunungnya. Pokoknya tinggi dan besar. Terus saya naik itu? Ya engga lah. Haha. Saya mah anti sama yang kayak begituan. Liatnya aja serem, apalagi naiknya. Waktu saya liat kereta jet coasternya jalan - itu kayak ulet yang merayap - pelan. Ngga tau ini efek ketakutan saya, apa jalannya emang pelan atau gimana. Yah, yang jelas jet coaster itu serem banget lah. 

I have no proper picture for the jet coaster since I didnt get close to it. Mian :|


Saya naik bom-bom car (where we met a really cute Korean guy here!), terus naik cable car yang bentuknya ayunan (ngantri panjang banget disini) dan sejenis kora-kora mini. Saya nggak naik terlalu banyak rides. Emang, rugi kalau ngajak saya ke amusement park ya. Tapi seenggaknya, saya sempet foto-foto di tempat venue Running Man episode 141 yang mereka jadi badut-badut itu... Hehehe. 

Running man 141. Filmed here :D


Overall, dibanding Dufan, Everland lebih bagus. Permainan ekstrimnya memang nggak terlalu banyak sih, tapi saya suka sama penataan tamannya yang apik, rapi, dan terkesan cozy. Mau foto dimanapun, bakal keliatan bagus deh pokoknya. Siap-siap aja kamera yang bagus. Lagipula, mungkin karena saya datengnya pas hari Jumat, jadi nggak padat-padat banget tempatnya. Everlandnya malah dipadatin sama dedek-dedek anak sekolah Korea yang pake seragam unyu gitu kayak di drama. Nggak tau deh mereka bolos atau emang lagi ada karyawisata ke Everland. Yang penting saya bisa cuci mata. Hehehe.

Their parade was.... uber-cool!
Waktu saya kesana, ada rose festival juga. Bunga mawarnya dirangkai jadi bagus banget, dan warnanya macem-macem. Di dukung dengan tata taman yang cantik ala Victorian era gitu. Uber cool!



Wahana terakhir yang saya naikin adalah cable car (lagi) dengan bentuk ayunan. Favorit saya emang nih cable car - cable car begini. Bisa nikmatin pemandangan Everland yang bagus tanpa terhalang apapun.

with my Chinese friend, Jin Jing in cable car.

Nah, kalau dibanding Lotte World gimana?
Di banding Lotte World, jelas Everland lebih bagus kalau menurut saya. Menangnya Lotte World itu dia punya indoor area aja, jadi gimanapun cuacanya ngga masalah. Untungnya waktu saya ke Everland, cuacanya mendukung, jadi cuaca ngga jadi penghambat kita buat bersenang-senang. Everland juga lebih luas daripada Lotte World. Dan, permainannya lebih beragam dan menyenangkan. Terus, kalau kita udah masuk Everland, kita bebas mau naik apa aja, while in Lotte World, beberapa tempat ada biaya tambahan (kayak Mirror Maze, sama rumah hantunya). Everland is a place that worth to visit in South Korea! 


Japanese, Indonesian, Taiwanese, Philippines and Chinese 

And here, the photo taken by the operator when we were riding the cable car. Satu fotonya 10ribu. Won. *sigh*. Tapi bisa diambil atau engga sih, cuma sayang aja kalo ga diambil kan...


And oh, ada sejenis amusement park culture yang ngga boleh ketinggalan kalau berkunjung ke amusement park di Korea. Apa itu?

Headband! Miauw!

Lotte World Experience

Halo!
Hari Minggu dua minggu yang lalu, akhirnya kesampaian juga saya jalan-jalan ke Lotte World. Bukan, itu bukan pabriknya permen karet Lotte. Ngga tau sih saya udah pernah ngejelasin apa belum, tapi di Korea, Lotte adalah salah satu waralaba perbelanjaan yang besar. Nggak begitu paham sih dia punya anak usaha dimana aja, tapi yang jelas, Lotte Department Store itu cukup selalu ada di banyak tourism spot di Korea.  Dan Lotte World ini adalah sejenis Amusement Park  alias taman hiburan punyanya Lotte ini. Kayak Dufan di Jakarta gitu lah. Oh iya, ngomong-ngomong di area Seoul ada dua amusement park  yang cukup terkenal. Pertama ya Lotte World ini. Yang kedua namanya Everland. Tapi Everland itu nggak di Seoul sih, dia lebih tepatnya di Yongin, Gyeonggi Province.

Lotte World Entrance


Jadi, ada apa aja di Lotte World? 
Ada.... yah ada permainan-permainan kayak di Dufan gitu. Jujur sih sebenernya saya bukan penyuka amusement park. Soalnya saya gak suka mainan yang ekstrim yang berhubungan sama kecepatan, ketinggian, dan muter-muter. Dan hampir di semua amusement park, mainannya gitu-gitu semua kan? Tapi berhubung saya lagi di Korea dan Lotte World ini salah satu ikon nya Seoul, saya pun memutuskan buat ikut kesini aja.

Lotte World's indoor area. Taken by my Thailand friend.

Lotte World itu ada dua bagian, ada bagian indoor ada juga bagian outdoor. Bedanya apa? Bedanya, kalau di indoor, kalau turun hujan ya nggak keujanan, kalau bagian outdoornya udah pasti keujanan dan kalau panas kepanasan. Hehe. Nggak deng, banyak yang bilang kalau permainan di area outdoor nya itu jauh lebih ekstrim. Seekstrim apa sih kalau saya bilang masih lebih ekstrim Dufan, dan permainannya juga lebih banyak Dufan daripada Lotte World. Ngga tau apa saya yang ngga liat atau gimana yah, tapi paling cuma ada 5-6 permainan ekstrim area outdoornya. Dua diantaranya adalah Gyro Drop, bedanya yang satu ketinggiannya sedang yang satunya lagi tinggi banget. Nah, Gyro Drop yang tinggi itu kalau saya bilang kayak campurannya Rajawali plus Hysteria kalau di Dufan. Terus ada kayak mainan kora-kora gitu, ntar di titik tertingginya kita diputer. Aduh gimana ya jelasinnya susah. Kalau ditanya ekstrim mana.... kayaknya lebih banyak permainan ekstrim di Dufan sih, cuma yang si Gyro sama sodaranya Kora-Kora itu tinggi bangettt dan serem. Tapi yang jelas lumayan mirip lah sama Dufan. Kemiripan yang lainnya adalah saya sama-sama gak berani naik banyak wahana. Apalagi waktu saya main di daerah outdoor, hujan turun. Maklum, autumnya udah selesai dan mau pindah ke musim dingin, jadi banyak hujan.

One of the extreme ride

Kalau di area outdoor ada permainan yang esktrim, bukan berarti di area indoornya permainannya cupu sih. Ada juga beberapa yang cukup esktrim, misalnya Giant Loop, jadi mainannya kayak roller coaster, tapi Loop nya doang, jadi yaudah deh diputer-puter aja disitu. Saya gak berani naik ini meskipun dipaksa sampe ditarik sama Isna. Setelah menunjukkan wajah pucat saya, akhirnya Isna pun nyerah ngebiarin saya pergi. Yeay. Hahahaha. Di area indoornya ada juga sejenis arung jeram, tapi indoor gitu, jadi kayak main arung jeram di gua yang lumayan luas. Dan tentunya nggak sebasah arung jeram yang ada di Dufan. Hehe seru kok, ini salah satu favorit saya selain mainan bumper car yang ada di area outdoor. Soalnya nggak terlalu cepet, ngga tinggi dan ngga muter-muter. Ada juga mainan Kora-kora, indoor. Ada rumah hantu juga, dimana kalau masuk rumah hantu itu ada biaya tambahannya 3ribu won. Di dalem rumah hantu itu kita ditakut-takutin plus dikaget-kagetin sama hantu gitu. Gak ada pocong kok, hantunya hantu-hantu Western gitu meskipun tetep aja buat saya itu serem. Eehehe. Disini tas saya ditarik-tarik segala (ini hantu apa copet) yaudah terus saya tarik tangan temen saya yang jalan di depan.  Tapi, yang harus dicoba di Lotte World ini adalah mainan balon udaranya. Kita bisa ngeliat bagian indoor Lotte World itu sambil naik balon udara. Ngga balon udara beneran sih, pake mesin balon udaranya. Tapi ya itu keistimewaannya Lotte World yang ngga saya temukan di tempat lain.

Did you see the hot air balloon?

Oh iya, di area indoornya ini ada juga Trick Eyes Museum loh. Ya koleksi gambarnya sih ngga sebanyak dan sekeren trick eye museum yang ada di Hongdae, tapi lumayan kok. Seengganya mereka punya beberapa gambar yang jadi ikonnya setiap museum trick eye. Apa itu? Liat aja di foto bawah ini...

foto sayap sayapan!

Ada juga sih satu rumah hantu area outdoornya. Temen-temen saya pas masuk ke lorongnya udah pada teriak-teriak ketakutan aja padahal gak ada apa-apa. Ternyata lorong itu nyambung ke studio film 3D dimana semua mata langsung tertuju pada kita gara-gara temen saya yang teriak-teriak itu. Di dalem, kita cuma dipakein kacamata abis itu nonton film 3D tentang kucing yang masuk ke rumah hantu. Iya, kita nontonnya dari sudut pandang di kucing.... Dan nggak serem sama sekali ...

Karena waktu itu saya perginya pas weekend, tepatnya hari Sabtu, banyaaakkkk banget orangnya. Jadi ngantrinya panjang-panjang. Kayak di Dufan, Lotte World juga menawarkan fasilitas Magic Pass, jadi bisa langsung naik tanpa antri. Tapi yaaaa itu, mirip juga sama Dufan. Mirip mahalnya. Jadi kita nggak beli deh.

So many people~

Sekitar jam 7 apa 8 malem, kita disuguhin sama parade gitu. Dulu juga di Everland gitu sih, ada paradenya. Dan tokoh-tokohnya kebanyakan orang Asing yang cantik dan ganteng-ganteng. Waktu itu temanya tentang Christmas. Jadi ada Santa Claus nya, sampe ada boneka salju nya juga. Couple lagi. Lucu bannget deh. Terus pas paradenya jalan-jalan, Lotte Worldnya jadi dibikin bersalju gitu... entah gimana darimana salju-salju itu datengnya. Tapi bagus. Terus kan ada stage gitu ya, di stage itu mereka nampilin berbagai macem performance. Waktu saya dateng, mereka nampilin Cinderella.

the stage performance

Nah, bagi yang mau ke Lotte World, gampang kok. Naik subway aja, line 2 turun di Jamsil station. Ntar ambil exit 3 dari situ lurus aja gampang ketemu kok gerbang Lotte Worldnya. Nah, setelah masuk gerbangnya, kalian bakal disambut saya department store. Jangan kaget, kalian gak nyasar kok. Ntar di dalem naik lift aja sampai lantai 4. Di lantai 4 situ lah kita bisa beli tiket masuk Lotte Worldnya.

Harga tiketnya berapa? Normalnya, buat one day pass nya adult itu 44 ribu won atau sekitar 440ribu rupiah. Kalau anak-anak sekitar 28 ribu won gitu. Nanti disitu ada macem-macem pilihan tiket, dengan bahasa Inggris kok, jadi lumayan bisa baca. Nah, karena saya punya student card plus bayarnya pake kartu Bank Shinhan, harga tiket yang awalnya 44ribu itu jadi cuma 28ribu buat one day pass. Lumayan kan? Tapi yang lebih lumayan lagi itu Isna, dia dapet one day pass dengan harga 12 ribu won saja. Kenapa? Karena dia punya kartu bank Shinhan yang khusus plus student card. Jadilah dia diskonnya gede.

ala ala disneyland~

Sekedar tips, kalau mau ke Lotte World, asiknya jangan weekend sih kalau mau naik banyak permainan (kayaknya ini tips buat semua amusement park ya). Soalnya banyak orang, dan abis waktu buat ngantri. Dan yang kedua, bawa bekal soalnya makan di dalem Lotte World lumayan mahal. Meskipun banyak restoran, tapi yaaa ada baikanya kita bawa perbekalan sih kalau mau repot. Yang keempat, sebelum masuk, cari park guide nya, karena lorong-lorong di Lotte World ini cukup complicated. Kalau waktu itu si Yeonil gak ngasi tau dimana letaknya area outdoor mungkin kita ga bakal kesana. Dan sayangnya, Dainam baru nemuin kalau ada underworld, alias area lain dari Lotte World pas kita udah mau pulang. Disitu deh saya sadar pentingnya Park Guide ini. Dan ada beberapa informasi yang ngga dijelaskan di park guide nya. Misalnya, waktu Isna dan yang lain pada mau naik kora-kora yang ada di dalam ruangan, ternyata ada dua macem antrian. Antrian pertama, itu antrian normal dimana kita bisa milih bangku di permainan tersebut, tentu aja, bangku yang duluan penuh itu bangku-bangku yang ada di ujung-ujung kora-kora sementara bagian tengahnya agak leluasa. Nah, antrian kedua itulah yang bertugas mengisi bangku yang kosong yang ngga dipilih sama antrian pertama. Ngga tau sih ini berlakunya di permainan itu aja apa ada yang lain juga. Informasi ini di dapet dari Yeonil yang nanya - entah sama siapa- dengan bahasa Korea tentunya. Yang keempat, pergilah bersama orang-orang yang menyenangkan. Hehehe. Ini sih gak perlu dijelasin lebih lanjut yaaa.



Terus kalau ditanya seru mana sama Dufan, saya bilang lebih seru Dufan. Cuma Lotte World lebih bagus aja. Tapi gak tau juga sih yah, kan saya bukan penikmat amusement park. Tapi tenang aja, Lotte World layak kok buat dikunjungin ~ seengganya, jadi spot foto yang bagus selama jalan-jalan di Korea! Ehehe

Bonus:

ini geje sih fotonya, tapi suka aja. hahaha

P.S: Several photos are taken from my Thailand friend facebook, Namtoey Supitcha. It was raining and cold so I was lazy to take of my camera and took photo. Fortunately, she captured a lot of things that I have to capture to put it to my blog. Thank you Supitcha!

Senin, 11 November 2013

Autumn

Sebenernya telat sih kalau mau nulis tentang autumn alias musim gugur sekarang. Soalnya, kalau sekarang namanya udah bukan autumn lagi, tapi early winter. Cuacanya, terutama di kota tempat saya tinggal, Chuncheon, emang luar biasa dinginnya. Baru early winter aja suhunya udah sampai minu 5 derajat celcius, gimana nanti puncak musim dingin bulan Januari ya... 


musim semi yang abu-abu

Anyway, saya suka banget sama suasana musim gugur yang sayangnya pendek kalau di Chuncheon. Kalau dihitung-hitung, ngga sampai satu bulan deh. Di timeline facebook maupun twitter temen-temen saya juga banyak yang update kalau autumn adalah musim favorit mereka. Nggak bermaksud ikutan mainstream, tapi Autumn is really easy to be loved!



Ngga cuma pohon-pohon berwarna kuning-merah-cokelat yang jadi lebih cantik (mungkin karena di Indonesia jarang ya) tapi juga cuacanya seger banget. Waktu musim semi kan udaranya masih agak beku gitu, ambil foto aja nuansanya jadi agak keabu-abuan. Tapi pas autumn, udaranya lebih ke.... apa ya? Sejuk kali ya. Orang Korea biasanya bilangnya 시원해- siwonhae - yang artinya... kurang lebih sejuk lah. Iya, kamu ngga salah baca kok. Itu beneran Siwon - tapi bukan Siwon membernya Super Junior ya. Jadi intinya, cuacanya nggak sebeku musim semi, dan enak banget buat dinikmati. 



Jadi, musim gugur itu emang musim paling tepat buat dipake jalan-jalan. Pertama, karena cuacanya enak. Kedua, karena semua tempat jadi cantik. Di Korea, perubahan warna pohon di musim gugur ini disebut 단풍 alias Danpung. Jadi, kalau ditanya mau jalan-jalan kemana di musim gugur, bilang aja mau danpung  alias menikmati musim gugur. Ketiga, kalau foto-foto, pemandangannya jadi kelihatan banget di luar negerinya *pamer*. Salah satu spot bagus untuk foto-foto di musim gugur ini adalah di Nami Island. Kenapa? Soalnya pohon-pohon yang menjulang itu warnanya jadi beragam. Merah, kuning, hijau dan cokelat. Sayang saya nggak sempat danpung kesana kemaren. Nanti aja deh, saya kesana pas winter, supaya ada kesan film Winter Sonata nya. Hehe.

Kalau di Nami, pohonnya lebih tinggi
 Keempat, fashion orang-orang di musim gugur itu keren-keren. Pake semi-coat gitu dengan warna-warna nature. Jujur selama musim gugur, saya jarang ketemu sama orang yang pake baju warna pink atau kuning... rata-rata mereka pake warna cokelat, biru, hitam, atau hijau lumut. Kebalikannya dari musim semi dimana orang-orang kebanyakan pake baju berwarna terang. Pernah suatu hari saya keluar dengan jumper baru saya yang warnanya pink, rosy pink tepatnya - dan saya ngerasa saltum gitu di jalan. Tapi kalau dipikir ulang, di Korea mana ada sih istilah saltum alias salah kostum, jadi ya pede-pedein aja. 

fashion time!!

Menurut saya sih, musim gugur ini musim paling tepat buat romantis-romantisan. Temen saya yang punya pacar orang Korea pun bilang gitu. Emang, musim gugur itu romantis banget. Romantisnya kayak apa? Yaa bayangin sendiri aja deh. Kan banyak tuh contohnya di drama-drama Korea. Mungkin itu kenapa kali ya, banyak scene drama Korea diambil pas musim gugur...

cowok yang ditengah itu, kalau diperhatiin mirip vokalisnya CN Blue loh!

Terus, saya punya kisah romantis apa musim gugur ini? 



Kalau itu.... rahasia dong ya ;)

One Day Princesses

Sebelum saya menginjakan kaki di tanah Korea, saya pernah kontak-kontakan sama orang Korea, anak sekolahan gitu, tapi bahasa Inggrisnya bagus. Namanya Park Juyong. Dulu kan saya lagi excited-excitednya sama segala hal tentang Korea, dan kebetulan si Juyong ini entah kenapa menaruh minat juga sama Indonesia. Saya juga, dodolnya, lupa nanya kenapa dia curious sama Indonesia sih. Eh tapi gatau juga sayanya yang lupa atau emang gak nanya karena keasyikan nanya-nanya tentang Korea sih ya...
Nah, intinya si Juyong ini bilang kalau di Korea banyak kafe aneh. Anehnya gimana? ya gak gimana-gimana sih, maksudnya kafe yang ada temanya gitu. Dan tema itu ngga cuma sekedar dekorasi. Yah, beberapa kafe sih ada yang temanya cuma sekedar dekorasi, misalnya Konabeans, yang di dekor dengan nuansa kafe Hawaiian-tropical gitu sementara yang lain, misalnya Goyangi Cafe (Cat cafe) atau Princess Cafe menawarkan servis lain yang berkaitan dengan tema kafe mereka.

Berbekal alamat dari videonya Eat Your Kimchi yang bisa dilihat di sini, saya, Isna, Ratna dan Dainam pergi ke Princess Cafe ini. Gak tau juga sih kenapa si Dainam mau ikut, padahal dia cowok. Terus emang kenapa kalau dia cowok? Ya gak apa-apa juga sih, haha cuma kan kalau ditempat kayak beginian cowok suka bosen gitu yaa.. 



Jadi cafe ini tempatnya ada di wilayahnya Ewha Womans University. Bukan, bukan saya yang salah grammar loh ya. Saya tau kok kalau bentuk jamaknya 'Woman' itu 'Women'. Tapi papan nama di depan universitas ini nulisnya begitu, yaudah saya ikutin aja. Gak sopan kan ganti-ganti nama orang sembarangan. Intinya ini universitas khusus perempuan (meskipun pas kita main ke bagian informasinya, mereka bilang ada juga sih murid cowoknya - tapi itu foreign student). Ewha Womans Univeristy - atau biasa dikenal Idae- adalah universitas swasta paling mahal di Korea (dari segi uang bayarannya). Dalam bahasa Korea, universitas ini namanya 이화여자대학교- Ewha Yeoja Daehakyo. Dan yang masalah 'womans' itu, kalau gak percaya liat foto ini aja sebagai buktinya.

bener kan tulisannya 'womans'...


Nah, emangnya di Princess Cafe ini ada apa sih?

Ada ini!



Yap, kita bisa nyewa baju princess - atau lebih tepatnya sih wedding dress yah setelah pesen minuman yang ada disana. Kita bisa milih gaun mana yang kita suka, terus pake dan foto-foto di kafenya. Dekorasi kafenya juga mendukung kok buat foto-foto. Oh iya, nggak cuma gaun princess aja yang bisa kita sewa. Tapi ada juga hanbok alias baju tradisional Korea. Cuma karena saya udah pernah pake hanbok, meskipun nggak hanbok beneran (yang pake daleman putih, proper chima dan sebagainya), saya dan Isna milih buat pake princess dress aja...



Dress yang disewain ada yang pendek, ada pula yang panjang. Kalau dress yang panjang, hampir semua dress warnanya putih dan nggak berlengan. Kalau dress yang roknya pendek, mirip kayak baju balet gitu sih, warnanya lebih bervariasi. Ada warna pink sama itemnya. Semuanya modelnya tanktop atau kemben. Dan buat cowoknya, ada juga kayak jas gitu disewain, jadi gak perlu susah-susah dari rumah pake formal attire gitu ya...
ini ruang gantinya


Kafe ini juga menyediakan semua aksesori yang lucu-lucu buat dipasang di kepala atau di tangan. Misalnya sarung tangan, atau hiasan rambut besar yang biasanya cuma saya liat di kepalanya puteri bangsawan Inggris. Ada juga mahkota gitu, cuma kalau mahkota harus bilang sama si waiternya. Dekorasi kafenya juga mendukung buat foto-foto dengan baju-baju puteri itu. Ada piano gitu, terus ada juga studio foto kecil-kecilan. Cuma kalau perhiasan, macem cincin, kalung atau gelang itu sih kayaknya emang harus bawa sendiri. Saran saya sih, bawa aja kalung, abis disana saya gak nemu kalung padahal baju saya bentuknya kemben gitu, jadi bagian dadanya keliatan kosong aja. Oh iya, pas kita nyewa baju, kita juga bakalan dipinjemin sepatu gitu, higheels tapi gak tinggi-tinggi banget. Tinggal bilang aja ukuran kaki kita berapa. Ukuran kaki saya kan 39-40, jadi kalau di Korea, ukuran kaki saya 250-255 an... 



abaikan penampakan di belakang..
Terus, ukuran bajunya gimana? Masalah ukuran baju, tenang aja. Jadi, setelah kita milih baju mana yang mau kita pakai, si waiternya bakalan bantuin kita buat pake bajunya. Mbak-mbak nya ini - meskipun jutek - tapi bahasa Inggrisnya bagus. Saya dimarahin mbaknya gara-gara pas dipasangin baju saya nggak bisa diem (saya lupa kalau lagi dikancingin). Soalnya bajunya gak ada ukuran yang fix gitu sih, jadi harus dikancingin pake jarum gitu yang entah gimana cuma mbaknya yang ngerti. Meskipun saya kerempeng, bajunya muat kok sama saya. Ntar baju kita tinggal dimasukkin ke dalem keranjang dan di ambil pas kita udah selesai 30 menit kemudian..



Nah, setelah foto-foto, tentu aja harus bayar ya. Hehe. Buat nyewa baju puteri ini, harganya bervariasi. Mulai dari 10 ribu won (sekitar 100 ribu rupiah) sampai yang paling mahal- dan yang paling bagus, 45 ribu won. Isna pake yang harganya 10 ribu won - dan satu-satunya yang ada lengannya sedangkan saya pake yang harganya 25 ribu won. Di bagian gaun 10 ribu won, ada beberapa gaun yang udah keliatan usang dan ada robeknya gitu. Jadi ada baiknya sebelum milih harus diteliti dulu gaunnya. Kalau pinter milih, bisa dapet yang bagus juga dengan harga murah, kayak punya Isna. Oh iya, sebelum nyewa baju, kita juga diwajibin pesen minuman gitu. Minuman standar kafe gitu sih, saya pesen sejenis green tea latte gitu. Semua minuman harganya 6 ribu won, termasuk mahal untuk ukuran kafe karena biasanya harga green tea latte di kafe lain cuma sekitar 3500-4000 won an. Dan kalau kelebihan dari jangka waktu sewanya, katanya sih ada dendanya. Tapi waktu itu saya waktunya lama tapi gak di denda, mungkin karena kita beberapa kali nanya waktu nya udah selesai apa belum gitu ya hehe.



Nah, jadi, yang mau berkunjung kesini, silahkan datang aja ke Seoul. Naik subway line 2 turun di 이대입구 alias stasiun Ewha Womans University ambil exit nomer 3. Dari situ jalan aja lurus, gausah nyebrang sana sini. Letaknya ada di belokan kedua dari pintu keluar, ada toko yang namanya able+ disitu, terus belok kanan. Letak kafenya ada di ruko yang ada di kanan jalan, tepatnya di lantai dua. Jam bukanya... kayaknya jam 12 deh, soalnya pas kita kesana jam 11 an, kafenya masih belum buka gitu. 

numpang narsis ya...


So, happy being one day princess, girls!