Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Mei 2017

[Review] : Critical Eleven : In Between The Movie and The Novel


Ketika pertama kali dengar kalau Critical Eleven akan diangkat ke layar perak, saya langsung memasukkan film ini ke dalam wishlist 2017 ini. Selain saya suka banget sama novelnya, woro-woro dari si penulisnya, Ika Natassa, yang cukup intens di social medianya juga bikin geregetan abis. Tapi, at the same time, saya juga nggak mau berekspektasi terlalu tinggi. Dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, film apapun, mau sekelas Twilight sekalipun, seringkali kurang nendang begitu diangkat jadi film. Jadi, sebelum masuk studio, saya berusaha untuk santai-santai saja. 

Film ini dimulai dengan apik. Belum apa-apa saya sudah dibuat tersipu-sipu sama percakapan antara Ale dan Anya di pesawat, tempat dimana mereka bertemu. Di novel, kak Ika mengandalkan narasi untuk menggambarkan isi hati tokoh-tokohnya, itu juga yang menurut saya kekuatan dari novel-novelnya kak Ika, so the reader can feel the engagement with the book in their own way. Di novelnya, pembaca bisa tahu bagaimana isi hati dan jalan pemikiran tokoh-tokohnya. Isi hati dan jalan pemikiran tokoh ini yang nantinya menjadi dasar tindakan apa yang akan dilakukan si tokoh. Jadi pembaca bisa mengerti kenapa si Ale melakukan A, karena menurut pikiran dia A, kenapa si Anya melakukan B, karena menurut pikiran Anya ya B. 

Senin, 28 Desember 2015

Movie Review : Sunshine Becomes You

Libur natal kemarin, saya dan mas pacar menyempatkan diri untuk nonton filmnya Nabilah JKT48 yang judulnya Sunshine Becomes You. Sebelum nonton, saya berulangkali tanya sama mas pacar bener apa enggak dia mau nonton film model beginian karena selera mas pacar biasanya Iron Man, atau 007 dan teman-temannya lah. Tapi, beruntunglah saya punya mas pacar yang baik hati, penyabar dan penyayang, dia mau nemenin saya nonton film ini meskipun sebenernya ada film-film lain yang worth it untuk ditonton dan sesuai seleranya dia, Starwars misalnya.


Wonder why they didn't use brighter/shinier tone in the poster while the title is about Sunshine, not about gloomy season

So, here it is, review dari film Sunshine Becomes You yang kemarin saya tonton:

Kalau ditanya apa yang menarik saya untuk nonton film ini, pertama adalah karena novelnya. Seperti novel-novelnya Ilana Tan yang lain, novel ini juga beautifully written. Memang novel ini terkesan tidak segreget novel-novel Ilana Tan sebelumnya yang tentang musim-musiman itu. Novel Ilana Tan selalu mengingatkan saya sama tulisan-tulisan penulis handal dari dunia fanfiction Korea. Saya dan temen saya, Sasa, yang tulisannya bagus itu, curiga kalau Ilana Tan ini sebenarnya penulis fanfiction juga. Apalagi kalau baca karyanya yang Summer in Seoul. 

Senin, 29 Juni 2015

Book Review : Norwegian Wood by Haruki Murakami

Beberapa hari yang lalu, saya baru saja menamatkan salah satu buku yang sudah jadi wishlist bacaan saya sejak lama. Judulnya Norwegian Wood. Penulisnya, Haruki Murakami. 
Seperti yang saya bilang sebelumnya, ini adalah kali pertama saya baca bukunya Murakami. Awalnya saya cuma dengar-dengar saja tentang nama besar Murakami sebagai novelis Jepang yang karyanya sudah dinikmati di seluruh dunia. Oh iya, saya juga sempat dengar tentang Murakami, sebagai penulis Jepang, dengan setting novel yang rata-rata di Jepang, tapi seringkali mengangkat isu yang kebarat-baratan.

Saya langsung jatuh cinta sama Norwegian Wood!