Tampilkan postingan dengan label dreams. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dreams. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 April 2017

[Exchange Student Life] - Chuncheon Family

The first time I got the news of I go a chance to live in Korea, I was overwhelmed by the joy. It was difficult not to, I've been dreaming of living abroad since I was in elementary school and it was just a step away!

It was true that I was almost devastated waiting the acceptance announcement from the university and the scholarship back then. The university acceptance announcement was quick, but the scholarship wasn't. Back then, if I didn't get the scholarship, I wouldn't take the offer. Studying abroad with self-funding had never been any option for me, and my family of course. Finally, the scholarship announcement released about 1,5 months later, I was about to scream joyfully if I were not in the office. I was on my internship back then. 



[Exchange Student Life] - Dormitory Life

Chuncheon city, is the capital of Gangwon province, South Korea.

When I was about to write my address in Korean, I would wrote it as Gangwon-do (Do to point the province), Chuncheon-si (Si means City) in Kangwon Daehak-gil, Gil means road, Hyoja-dong (Dong means street). This is where my university, Kangwon National University located at. In Korea, if you want to write a mailing address it has to be started with the largest area, in this case, write the province first, the city next, the road name after that, then the street. It is different with the way I write my mailing address in Indonesia, which is started by the street name.

We called our university with Kangdae, as a short version of Kangwon Daehakyo which means Kangwon University. If it is translated to English, name of this university will be Kangwon National University - not just Kangwon University. If the university name is translated to English, the 'National' can be used to figure if the university belongs to the government or a private organization. You can see, because the university name is slightly simpler for Korean, the Koreans have to memorize of at least do a wee bit of research to find out to whom the school is belong to.

That statue, Kangdae pride!

Minggu, 13 April 2014

@IndoMengglobal




Banyak pelajar Indonesia yang punya keinginan untuk melanjutkan studinya ke luar negeri. Mulai dari motivasinya sekedar pengen jalan-jalan keluar negeri sampai yang benar-benar pengen membawa dampak yang baik bagi Indonesia setelah mereka pulang nanti. Akun bertajuk beasiswa memiliki ribuan follower, informasi tentang beasiswa luar negeri selalu direspon dengan cepat. Melihat antusiasme pelajar Indonesia yang mengejar pendidikan seperti ini, apa rasanya tidak bangga ?

Meskipun teknologi informasi sudah berkembang dengan pesat, sebagian orang mungkin belum paham betul bagaimana memanfaatkannya dengan maksimal. Di zaman yang bahkan ketika kita mengetik 'How to look like Ariana Grande" di kolom pencarian Google pun sudah memberikan sugestinya, masih ada orang-orang yang me-mention akun-akun beasiswa dengan pertanyaan "Minta beasiswa S1 Politik di Amerika".  You'd better place that question as Google's keywords, darling. Bahkan sebelum selesai mengetik 'beasiswa' dijamin Google sudah punya sugestinya. Ups, Ego Trap. 

So

Anybody knows about @IndoMengglobal ?

Senin, 11 November 2013

Autumn

Sebenernya telat sih kalau mau nulis tentang autumn alias musim gugur sekarang. Soalnya, kalau sekarang namanya udah bukan autumn lagi, tapi early winter. Cuacanya, terutama di kota tempat saya tinggal, Chuncheon, emang luar biasa dinginnya. Baru early winter aja suhunya udah sampai minu 5 derajat celcius, gimana nanti puncak musim dingin bulan Januari ya... 


musim semi yang abu-abu

Anyway, saya suka banget sama suasana musim gugur yang sayangnya pendek kalau di Chuncheon. Kalau dihitung-hitung, ngga sampai satu bulan deh. Di timeline facebook maupun twitter temen-temen saya juga banyak yang update kalau autumn adalah musim favorit mereka. Nggak bermaksud ikutan mainstream, tapi Autumn is really easy to be loved!



Ngga cuma pohon-pohon berwarna kuning-merah-cokelat yang jadi lebih cantik (mungkin karena di Indonesia jarang ya) tapi juga cuacanya seger banget. Waktu musim semi kan udaranya masih agak beku gitu, ambil foto aja nuansanya jadi agak keabu-abuan. Tapi pas autumn, udaranya lebih ke.... apa ya? Sejuk kali ya. Orang Korea biasanya bilangnya 시원해- siwonhae - yang artinya... kurang lebih sejuk lah. Iya, kamu ngga salah baca kok. Itu beneran Siwon - tapi bukan Siwon membernya Super Junior ya. Jadi intinya, cuacanya nggak sebeku musim semi, dan enak banget buat dinikmati. 



Jadi, musim gugur itu emang musim paling tepat buat dipake jalan-jalan. Pertama, karena cuacanya enak. Kedua, karena semua tempat jadi cantik. Di Korea, perubahan warna pohon di musim gugur ini disebut 단풍 alias Danpung. Jadi, kalau ditanya mau jalan-jalan kemana di musim gugur, bilang aja mau danpung  alias menikmati musim gugur. Ketiga, kalau foto-foto, pemandangannya jadi kelihatan banget di luar negerinya *pamer*. Salah satu spot bagus untuk foto-foto di musim gugur ini adalah di Nami Island. Kenapa? Soalnya pohon-pohon yang menjulang itu warnanya jadi beragam. Merah, kuning, hijau dan cokelat. Sayang saya nggak sempat danpung kesana kemaren. Nanti aja deh, saya kesana pas winter, supaya ada kesan film Winter Sonata nya. Hehe.

Kalau di Nami, pohonnya lebih tinggi
 Keempat, fashion orang-orang di musim gugur itu keren-keren. Pake semi-coat gitu dengan warna-warna nature. Jujur selama musim gugur, saya jarang ketemu sama orang yang pake baju warna pink atau kuning... rata-rata mereka pake warna cokelat, biru, hitam, atau hijau lumut. Kebalikannya dari musim semi dimana orang-orang kebanyakan pake baju berwarna terang. Pernah suatu hari saya keluar dengan jumper baru saya yang warnanya pink, rosy pink tepatnya - dan saya ngerasa saltum gitu di jalan. Tapi kalau dipikir ulang, di Korea mana ada sih istilah saltum alias salah kostum, jadi ya pede-pedein aja. 

fashion time!!

Menurut saya sih, musim gugur ini musim paling tepat buat romantis-romantisan. Temen saya yang punya pacar orang Korea pun bilang gitu. Emang, musim gugur itu romantis banget. Romantisnya kayak apa? Yaa bayangin sendiri aja deh. Kan banyak tuh contohnya di drama-drama Korea. Mungkin itu kenapa kali ya, banyak scene drama Korea diambil pas musim gugur...

cowok yang ditengah itu, kalau diperhatiin mirip vokalisnya CN Blue loh!

Terus, saya punya kisah romantis apa musim gugur ini? 



Kalau itu.... rahasia dong ya ;)

Senin, 26 September 2011

hope is a dream that never sleep

Hai
Saya ngefans sama Cho Kyuhyun. Berita basi ya ? Hahaha . Khususnya saya ngefans banget sama dia karena salah satu lagu dibawakannya, yang jadi original soundtrack drama Bread, Love and Dream. Meskipun temen-temen kosan pada rame nonton serial ini, saya nggak nonton. Nggak tau kenapa. Hehe. Tapi pas liat judul lagu ini, rasanya jadi terenyuh-terenyuh gimana gitu

Lagu ini kan aslinya bahasa Korea. Jadi saya nggak ngerti keseluruhan isi lagunya tentang apa. Awalnya saya kira ini lagu tentang mimpi, mengingat judulnya Hope is a Dream that Never Sleep. Apalagi waktu itu saya denger lagu ini tuh pas saya lagi punya keinginan tapi keinginan itu jauh banget , dan banyak halangannya yang nggak bisa saya ceritain disini. Liat judulnya aja bikin hati sama merinding gimana gitu...

Pas saya cari artinya, ternyata ini lagu cinta. Kecewa? Nggak juga. Soalnya liriknya bagus banget. Liriknya manis dan mengharukan, terutama kalo membayangkan Cho Kyuhyun sendiri lah yang menyanyikan ini buat kita. hahahhaa. Saya baca translation nya dan meng-copy nya disini. Enjoy!!

Hope is a Dream that Never Sleep

It doesn't matter if I get lonely. 
When I think about you,
a smile will flicker onto my face

It doesn't matter if there are hard times.
Whenever you are happy,
my heart will be filled with joy

The world that I walk through today,
even if it‘s not easy, if I close my eyes, 
I could see your face once again
The dream that continues to run around me,
has turned from my side to you

Everyday, my life is like a dream
Being with you and loving you has allowed me to stand firm again
To me, the precious memories of our happiness
Will stay warm to even during the hard times
Hope is my dream that will not fall asleep
Like a shadow that's by my side,
silently you come to me
Regardless if I am in pain, whether there are lonely days,
you come to me

I don't mind if the world will make me cry,
because you are always with me
Like dust, would memories dissipate?
I smile a little, just to comfort my own heart

Everyday, my life is like a dream
Being with you and loving you has allowed me to stand firm again
To me, the precious memories of our happiness
Will stay warm to me even during hardships
Hope is my dream that will not fall asleep

Numerous times, I have stagger and fall
But I continue to stand back up
There's only one heart of mine
During hard times, you become my strength
Forever my heart will face you
I will swallow all my hurt,
and show you my smiling face

From now on, I will not be in pain anymore
Regardless of what, I'll embrace hope and realize our hope together
I'll try calling out to you in a place where I cannot reach
I will use my whole heart to love only you

Sabtu, 17 September 2011

housing in kyunghee university

halo halo halo

Hari Sabtu di kawasan Banyumanik deket-deket Tembalang dengan kondisi cuaca yang nggak jelas. 

Saya kan udah janji ya mau nyeritain fasilitas- fasilitas atau segala sesuatunya tentang Kyunghee. Dan sekarang, yepp saya mau nyeritain tentang housing dan library nya Kyunghee University ini.
Well, perlu diingat kalau saya bukanlah mahasiswa Kyunghee University meskipun saya berharap bisa melanjutkan studi S2 saya, ngambil gelar MBA di Kyunghee. Bukan Married By Accident lho ya, tapi Master of Business Administration. Saya ibaratnya cuma sebagai translator dari website Kyunghee University yang bisa dicek sendiri di . Website nya ditulis dalam bahasa Inggris, bisa juga dalam bahasa Korea. Saya cuma bantuin aja para dear readers yang ingin tahu lebih banyak tentang Kyunghee University, almamater Cho Kyuhyun ini. 

Seperti yang udah dijelasin dalam post sebelumnya, Kyunghee ini punya dua kampus. Yang pertama adalah Seoul Campus yang tentu saja terletak di Seoul, dan Global Campus yang terletak di Suwon. Lagi-lagi cuma sebagai tambahan, departemen Cho Kyuhyun, Post modern music itu berada dibawah College of Art and Design yang terletak di Global Campus, Suwon. 

Nah, untuk itulah Kyunghee juga menyediakan beberapa fasilitas 'housing' atau perumahan tempat murid-muridnya tinggal. Bisa murid yang memang asli orang Korea, maupun mahasiswa Internasionalnya. Berikut adalah ulasan mengenai housing yang ditawarkan sama Kyunghee ini. 

Sameuiwon Complex

Sameuiwon adalah 'housing' yang terletak di dalam Seoul Campus Kyunghee. Bentuknya Sameuiwon itu seperti kompel asrama yang bisa menampung sekitar 392 murid, baik murid lokal maupun internasional. Satu kamar berisi hingga empat orang. Sameuiwon dilengkapi dengan fasilitas tempat tidur, lemari, meja belajar, AC, jaringan LAN, dan telepon.

Sehwawon Dormitory

Sehwawon ini nampaknya lebih 'mewah' daripada Sameuiwon. Dana untuk membangun Sehwawon ini setengahnya berasal dari pemerintah Korea. Kelebihan Sehwawon daripada Sameuiwon adalah, setiap kamar di Sehwawon dilengkapi dengan toilet dan tempat cuci tangan. Sehwawon ini dapat menampung sekitar 432 orang. Setiap kamar dihuni oleh 2 orang.

Sehwawon Dormitory


I-House I&II

Nah, kalao I-House ini lebih wah lagi daripada Sameuiwon atau Sehwawon. Meskipun hanya memiliki 25 kamar yang digunakan oleh dua orang per kamarnya, namun tiap kamar di I-House ini dilengkapi dengan fasilitas seperti tempat cuci piring. kompor listrik, mesin cuci, toilet, lemari baju, rak sepatu, kursi dan meja belajar. Di lantai dua I-House ini juga dihiasi dengan air mancur, lho. I-House ini dihuni oleh sekitar 48 mahasiswa asing dengan dua orang penjaga. Penghuni I-House ini juga bisa menggunakan internet selama 24 jam penuh ! 

Off- Campus Housing - tempat tinggal di luar kampus
Sebenarnya tempat tinggal di luar kampus (kost) banyak tersebar di Korea, terutama di daerah 'suburb' Untuk pembayarannya, ada bermacam-macam alternatif seperti : 

Cheon-se
Sistem Cheonse ini awalnya lebih banyak digunakan oleh orang lokal Korea, tapi sekarang-sekarang ini juga banyak mahasiswa yang menggunakan sistem Cheonse. Sistem Cheonse ini caranya, kita mendepositkan sejumlah uang dimuka kepada sang pemilik rumah dalam jangka waktu sewa tertentu, jadi kita nggak perlu bayar lagi perbulannya. Nanti deposit yang telah kita berikan akan dikembalikan kalau jangka waktu sewa kita udah selesai. 

Wolse
Sepuluh sampai dua puluh kali uang sewa di depositkan di awal masa sewa. Tapi tiap bulannya kita masih harus bayar uang sewanya. Nanti diakhir masa sewa, uang deposit tersebut akan dikembalikan.

Wolse 2
Kalau dalam sistem ini, kita nggak perlu mendepositkan sejumlah uang pada sang pemilik. Sistem ini kaya kita bayar uang kos setiap bulan, cuma perlu ngasih uang muka aja. Nggak heran sistem ini banyak dipakai sama mahasiswa asing, terutama di daerah-daerah seperti Ittaewon, Hannam-dong, Seongbuk-dong.